Semarang, – Dinas Pemuda, Pariwisata, dan Olahraga Jawa Tengah mencatat penurunan signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Penurunan kunjungan mencapai 27,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan bahwa salah satu faktor utama turunnya minat wisatawan adalah banjir bandang yang sempat menerjang kawasan wisata Guci beberapa waktu lalu.
“Banjir bandang yang menerjang kawasan Guci tentu menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat untuk mengunjungi Guci,” kata Masrofi di Semarang, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan data Disporapar, jumlah kunjungan wisatawan ke Guci pada periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat sebanyak 30.606 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode libur Nataru 2024/2025 yang mencapai 42.187 wisatawan.
“Jika dilihat secara angka, objek wisata Guci telah kehilangan sekitar 11.581 pelancong pada momentum liburan Nataru tahun ini,” ujarnya.
Selain dampak banjir bandang, Masrofi menjelaskan bahwa faktor cuaca juga berpengaruh terhadap penurunan kunjungan. Selama libur Nataru, kawasan Guci hampir setiap hari diguyur hujan atau gerimis. Kondisi tersebut diperparah dengan belum dioperasikannya salah satu ikon utama wisata Guci, yakni Pancuran 13, yang terdampak paling parah akibat banjir.
“Lokasi wisata yang ada di Guci itu dibuka, hanya Pancuran 13 itu tidak bisa digunakan karena kena lokasi banjir. Tapi, lokasi yang lainnya, pancuran kelima dan lain sebagainya masih bisa digunakan, masih bisa dikunjungi wisatawan,” katanya.
Masrofi menambahkan, kolam air panas Pancuran 13 hingga kini masih dalam proses perbaikan. Sementara itu, Pancuran Lima dan sejumlah fasilitas wisata lain di kawasan Guci sudah diperbaiki dan dapat dimanfaatkan kembali oleh pengunjung.
Untuk kondisi kawasan Guci secara umum, ia memastikan masih aman untuk dikunjungi. Fasilitas penunjang seperti hotel, vila, serta pemandian air panas lainnya tetap beroperasi normal.
“Karena ada kejadian banjir besar itu sehingga kita mitigasi, kita memberikan pengamanan yang ekstra untuk kenyamanan daripada kunjungan wisata di Guci,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses perbaikan Pancuran 13 tidak akan mengganggu aktivitas wisata secara keseluruhan. Pemerintah daerah terus melakukan mitigasi dan pengamanan agar wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke kawasan wisata Guci. (Red)













