Blora, seputarpantura.com/ – Proses pembangunan jalan ruas Dalangan–Bedingin Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, tengah menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan saat pengecoran berlangsung di Desa Kembang.
Pada saat pengecoran dilakukan, pelaksana, pengawas, maupun pejabat dari DPUPR Blora tidak berada di lokasi untuk memantau pekerjaan. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pembangunan jalan.
Dalam pantauan lapangan pada Jumat (28/11/2025) siang, beton yang dikirim ke lokasi sudah dalam kondisi mengeras. Untuk mengeluarkannya dari truk molen, pekerja bahkan harus menambahkan air terlebih dahulu. Selain itu, penyusunan penyangga besi juga terlihat kurang diperhatikan. Besi penyangga wermes baru dipasang saat pengecoran dimulai, dan sebagian hanya diletakkan di bawah wermes tanpa diikat menggunakan kawat.
Menanggapi hal tersebut, Konsultan Pengawas, Bayu, menjelaskan pemasangan dilakukan demikian karena medan lokasi proyek berada di tanjakan.
“Kalau jumlah penyangga setiap segmen itu 24 penyangga. Tetapi memang pemasangannya saat proses pengecoran. Karena, kalau penyangga dipasang terlebih dahulu, ketika truk molen datang, kan sama saja terinjak-injak truk,” jelasnya, dikutip dari Tribunjateng, Minggu (30/11/2025).
Ia mengakui bahwa idealnya besi penyangga wermes diikat dengan kawat, namun dalam kondisi tertentu hal tersebut tidak dapat dilakukan sepenuhnya.
“Kalau bagusnya, memang antara penyangga dengan wermes itu harus ditali dengan kawat. Tapi kalau kondisi darurat, tidak semua ditali dengan kawat,” ujarnya.
“Tapi besi penyangganya hanya diletakkan di bawah wermes, terpenting posisinya di tengah. Kalau ditali kawat semua ya kelamaan, enggak selesai-selesai.”
Pelaksana proyek, Arif, juga mengakui medan jalan yang sulit membuat proses pengecoran kerap terkendala, sehingga ia harus mencari cara agar truk molen bisa tetap beroperasi.
Arif turut menjelaskan posisinya dalam proyek tersebut.
“Kalau CV-nya itu milik Mas Ateng. Mas Ateng kadang juga ke lokasi proyek. Tetapi kalau saya ikut kerjanya dengan Mas Ratno. Intinya aku ikut kerja di situ jadi pelaksana. Yang nunjuk saya jadi pelaksana Mas Ratno, yang gaji saya juga Mas Ratno,” terangnya. (Red)













