2.000 Lebih Pelanggaran Terjaring dalam Operasi Zebra Candi 2025 di Grobogan

Operasi Zebra di Grobogan. (Istimewa)

Grobogan, seputarpantura.com/ – Satlantas Polres Grobogan mencatat lebih dari dua ribu pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025. Sejak dimulai pada Senin (17/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025), total ada 2.017 pelanggaran yang terekam di sejumlah titik pengawasan.

Kasatlantas Polres Grobogan, AKP Mohamad Bimo Seno, menyebut tingginya angka tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengendara dalam mematuhi aturan.

“Tingginya angka pelanggaran menunjukkan kesadaran sebagian pengendara terhadap aturan lalu lintas perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Mayoritas pelanggaran merupakan pelanggaran kasat mata yang langsung terlihat di jalan. Dari total pelanggaran, sebanyak 1.925 terekam melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara 92 lainnya dikenai tilang manual.

Bimo menjelaskan, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Banyak dari mereka berdalih hanya menempuh perjalanan dekat.

“Sebagian pelanggar beralasan hanya menempuh jarak dekat sehingga merasa tidak perlu menggunakan helm. Jarak pendek bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan. Helm itu pelindung utama,” jelasnya.

Selama operasi, Satlantas juga meningkatkan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas. Edukasi ini dinilai penting karena penggunaan helm terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat saat kecelakaan.

Ia menambahkan, penerapan ETLE sangat membantu petugas dalam mengidentifikasi pelanggaran secara otomatis tanpa perlu menghentikan kendaraan. Di wilayah Purwodadi, kamera ETLE dipasang di titik-titik strategis seperti Pertigaan Plendungan, Perempatan Kencana, dan Jalan R Suprapto depan swalayan Luwes. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *