Semarang, seputarpantura.com/ – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terkait permasalahan banjir laten yang selama ini masih menjadi momok bagi warga Kota Semarang. Banjir yang sifatnya sering muncul secara tiba-tiba dan berulang di beberapa kawasan tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Menurut Mohammad Saleh, banjir laten tidak hanya berdampak pada kerugian materi di sektor perumahan dan bisnis, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan sosial yang cukup serius.
"Kami sangat prihatin melihat kondisi ini, karena setiap musim hujan datang, masyarakat di beberapa wilayah Semarang masih saja mengalami kesulitan akibat banjir yang datang tiba-tiba dan sulit diantisipasi," ujarnya.
Oleh karena itu, Mohammad Saleh menyatakan DPRD Jawa Tengah terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta pemangku kepentingan terkait untuk segera mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan untuk menyelesaikan persoalan banjir laten ini. Menurutnya, penanganan banjir selama ini masih bersifat temporer dan belum menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.
"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita semua bisa bekerja sama, mengintegrasikan berbagai program pengendalian banjir, mulai dari perbaikan sistem drainase, penataan tata ruang yang lebih baik, hingga peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar agar tidak memperparah situasi," kata Mohammad Saleh.
Dia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi modern dalam memonitor dan mengelola potensi banjir, seperti penggunaan sistem peringatan dini dan pemetaan kawasan rawan banjir dengan perangkat digital yang lebih akurat.
"Teknologi dapat menjadi alat bantu sangat efektif dalam mengantisipasi dan meminimalkan dampak banjir yang sifatnya laten," tambahnya.
Selain itu, Mohammad Saleh meminta pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengelolaan air hujan dan pembangunan infrastruktur kota. Ia berharap kebijakan dan langkah yang diambil benar-benar fokus pada pencegahan dan pengurangan risiko banjir secara menyeluruh, bukan sekadar penanganan setelah banjir terjadi.
Sebagai wakil rakyat, Mohammad Saleh juga berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan mendorong transparansi serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.
"Kami ingin warga Semarang dapat hidup nyaman dan aman tanpa takut banjir laten yang bisa terjadi kapan saja. Penanganan masalah ini adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkannya," tutup Mohammad Saleh. (Adv)













