Grobogan, seputarpantura.com/ – SDN 3 Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dipastikan tidak memiliki murid baru pada tahun ajaran 2025/2026. Padahal, sempat ada satu calon siswa yang mendaftar, namun karena usianya masih 5,5 tahun dan belum memenuhi syarat minimal 6 tahun, anak tersebut akhirnya tidak bisa diterima.
Kepala SDN 3 Juworo, Umi Hamidah, menjelaskan bahwa calon siswa tersebut lahir Desember 2019, sehingga usianya belum cukup saat tahun ajaran dimulai.
“Sesuai aturan, murid baru sekolah dasar harus berusia minimal 6 tahun saat masuk. Kalau belum 6 tahun, mau diusahakan seperti apa pun tidak bisa masuk Dapodik (Data Pokok Pendidikan),” jelasnya.
Anak itu, katanya, akhirnya masuk TK. Karena memang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan TK.
Ia megatakan penurunan jumlah murid di SDN 3 Juworo sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Pada 2021, sekolah ini masih memiliki 60 siswa. Jumlah itu terus menurun hingga kini hanya tersisa 31 siswa yang tersebar di kelas 1 hingga 6.
Minimnya siswa baru membuat pihak sekolah dan desa sudah mengusulkan regrouping—penggabungan dengan sekolah lain—agar sumber daya pendidikan dapat lebih optimal.
“Saya sudah ke Pak Kades, ini gimana kok siswanya begini (hanya sedikit, red). Terus disarankan untuk regrouping,” kata Umi Hamidah.
Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait usulan tersebut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. (Red)













